Tugas 1. Paradigma Pengembangan Perangkat Lunak (V Model)

October 14, 2013 in RPL

Kata paradigma yang dimaksud dalam topik ini memiliki arti metodologi pengembangan perangkat lunak. Kenapa perlu paradigma atau metodologi untuk membuat perangkat lunak? Apa sih sebenarnya paradigma?

Perangkat lunak adalah suatu benda tak berwujud (intangible) yang berpasangan dengan perangkat keras yang dibuat untuk memenuhi suatu maksud atau tujuan tertentu. Tujuan atau maksud ini bisa jadi bagian dari sebuah sistem atau bahkan sistem itu sendiri. Manusia berperan dalam membangun atau membuat kedua perangkat tersebut, dan berperan untuk menggunakan atau menerima hasilnya. Misalnya perangkat lunak personalia, perangkat lunak tersebut dijalankan pada suatu komputer (perangkat keras) untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia sebuah perusahaan. Ada orang-orang yang terlibat dalam mengembangkan perangkat lunak dan ada orang-orang yang menjalankan atau memakainya. Dari penjelasan di atas dapat dilihat ada beberapa hal atau elemen yang terlibat, yaitu perangkat lunak, perangkat keras, pembuat perangkat lunak, pemakai perangkat lunak dan masalah.

Dalam kesempatan ini, paradigma pengembangan perangkat lunak yang dibahas adalah V Model.

Apa itu V Model?

Merupakan model pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada hubungan antara setiap fase pengembangan siklus hidup yang tercantum dalam model Watterfall yang merupakan pengembangan perangkat lunak dan fase yang terkait pengujian.

Apa saja tahapan V Model?

  1. Lifecycle Process Model
  2. Allocation of Methods
  3. Functional Tools Requirements

Apa saja Submodel pada V Model?

  • Project Management (PM)
  • System Development (SD)
  • Quality Assurance (QA)
  • Configuration Management (CM)

Fase Implementasi Pada V Model

vmodel

 

Tahapan V Model

Tahapan pada V Model dibagi menjadi 2 garis besar yaitu tahap Verifikasi dan Validasi atau testing.

Tahap Verfiikasi mengacu kepada usaha penyesuaian spesifikasi software dengan kebutuhan klien/konsumen, tahapan ini meliputi serangkaian kegiatan sebagai berikut:

  • Business Case: Merupakan tahapan awal yang menggambarkan kebutuhan/harapan konsumen terhadap sistem yang akan dikembangkan, termasuk manfaat sistem terhadap konsumen dan perkiraan biaya yang harus disediakan.
  • Requirement: pada fase ini klien mendapatkan gambaran atau diminta memberikan gambaran kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi oleh software, baik kebutuhan fungsional maupun non fungsional.
  • Analisis Informasi: Setelah diperoleh spesifikasi sistem dari fase requirement, selanjutnya aktivitas difokuskan bagaimana cara kerja software untuk memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk metode, hardware dan software apa saja yang diperlukan untuk mencapai kebutuhan yang sudah didefinisikan.
  • Perancangan Sistem: pada tahapan ini akan dibuat rancangan software secara lebih terinci sesuai spesifikasi yang sudah disepakati.
  • Unit Design: merancang setiap elemen/unit software termasuk rancangan modul/program, antarmuka, database dan lain-lain.
  • Development: merealisasikan hasil rancangan menjadi satu aplikasi/program tertentu.

Tahapan Validasi merupakan serangkaian tahapan yang mengacu kepada kesesuaian software dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan. Tahapan ini dicapai melalui serangkaian pengujian/testing sebagai berikut:

  • Unit test: menguji setiap komponen/unit program apakah sesuai dengan rancangan unit yang sudah ditetapkan. Secara teoritis seharusnya pengujian dilakukan oleh orang tertentu yang bertugas sebagai software tester, tetapi dalam kenyataannya seringkali unit testing dilakukan oleh programmer sendiri.
  • Interface test: setelah semua komponen diuji secara terpisah, tahapan selanjutnya dilakukan interface test untuk melihat sejauh mana setiap komponen dapat berinteraksi satu sama lain sesuai dengan fungsi yang diharapkan.
  • System test: setelah semua interface berjalan dengan baik, selanutnya dilakukan system test untuk melihat sejauh mana sistem/software dapat memenuhi kebutuhan secara keseluruhan. System testing bersifat menyeluruh dan tidak dapat dilakukan berdasarkan fungsionalitas sistem yang diuji secara terpisah. Aktivitas pada system testing termasuk melakukan pengujian hal-hal berikut:

> Performance – apakah kinerja sistem sesuai dengan target yang sudah didefinisikan sebelumnya.

> Volume – apakah software/sistem dapat menampung volume informasi yang cukup besar.

> Stress – apakah software/sistem dapat menampung sejumlah informasi pada waktu-waktu tertentu.

> Documentation – apakah semua dokumentasi penting sudah disiapkan.

> Robustness – apakah software/sistem cenderung stabil pada berbagai kondisi diluar dugaan/ekstrim.

  • Acceptance test merupakan aktivitas untuk menguji sejauh mana sistem/software dapat membantu memecahkan business case, dalam artian apakah sistem/software tersebut sudah sesuai dengan harapan konsumen/klien dan sejauh mana manfaat sistem/software ini bagi klien. Test ini sering kali disebut sebagai User Acceptance Test (UAT).
  • Release testing: test ini dilakukan untuk menguji sejauh mana sistem/software dapat mendukung aktivitas organisasi dan berjalan dengan harmonis sesuai dengan kegiatan rutin organisasi. Beberapa pertanyaan coba dijawab pada fase ini misalnya apakah software tersebut mempengaruhi sistem lain? Apakah software tersebut kompatibel dengan sistem lain? Bagaimana kinerja sistem sebenarnya di dalam organisasi?

Dimana saja V Model Diterapkan?

  • Dalam proyek teknologi informasi di Jerman
  • V Model dibandingkan dengan CMM
  • V Model didesain untuk mengembangkan sistem yang didalamnya terdapat dua komponen
  • Pengembangan V Model dalam bidang industri dapat dilakukan dengan mudah

Kelebihan V Model

  1. V Model sangat fleksibel
  2. V Model dikembangkan dan dirawat oleh publik
  3. Kelebihan V Model dibandingkan dengan Waterfall biasa yaitu, pada setiap fase selalu dilakukan pengujian yang cukup memadai

Kekurangan V Model

  1. Model yang project oriented
  2. Memiliki beberapa activity
  3. Asusmsi yang digunakan adalah requirement bersifat tetap dan tidak berubah
  4. Requirement dan rancangan tidak diverifikasi
  5. Pada setiap fase terdapat peluang error

Referensi

  1. http://johns1987.wordpress.com/2011/12/04/paradigma-rekayasa-perangkat-lunak/
  2. http://www.coleyconsulting.co.uk/images/vmodel.gif
  3. http://www.slideshare.net/RIDJAM/vmodel-dalam-software-engineering
  4. Diktat Kuliah RPL

 

 

Print Friendly

Latihan dan Solusi Pengantar Multimedia

March 14, 2012 in Tugas Pengantar Multimedia

Soal

  1. Berapakah ukuran file yang akan dihasilkan jika anda merekam audio dengan menggunakan resolusi 16-bit stereo, dengan sampling rate 22,05 kHz, selama 5 menit?
  2. Apa yang dimaksud MIDI? Apa keuntungan penyimpanan data audio menggunakan  MIDI?
  3. Apa perbedaan antara tipe bitmap image dengan vector image? Sertakan contoh gambarnya
  4. Secara garis besar image dibagi menjadi 4: monochrome, gray-scale, 8-bit dan 24-bit image, jelaskan dan beri contoh!
  5. Apa perbedaan color-depth dan resolusi pada image?
  6. Misal: image dibuat dengan color-depth 24-bit resolusi 800 x 600, Hitung: ukuran file yang dihasilkan image tersebut!
  7. Apakah anti-aliasing pada image?
  8. Jelaskan model warna pada printer!
  9. Jelaskan perbedaan warna antara RGB, HSV, dan HSL!
  10. Sebutkan fitur pada software yang biasanya menggunakan model  HSV dan HSL!

~SOLUSI~

  1. Cara menghitung ukuran file audio digital adalah sebagai berikut:
    Stereo : sampling rate * duration(in second) * (bit resolution/8) * 2
    So, jawabannya 22,05 * 1000(karena sampling ratenya dalam kilo) * 5 * 60 * (16/8) * 2 =   byte = 2,646 MB
  2. MIDI adalah singkatan dari Musical Instrument Digital Interface. MIDI merupakan sebuah standar perangkat keras dan perangkat lunak internasional untuk bertukar data (seperti, kode musik dan MIDI Event) diantara perangkat musik elektronik dan komputer dari merek yang berbeda.
    Keuntungan dari file audio MIDI adalah ukuran filenya sangat kecil jika di bandingkan dengan mp3,dan juga sangat mendukung bagi kalangan musisi,seperti orkestra, dll
  3. BitmapImage adalah representasi dari citra grafis yang terdiri dari susunan titik yang tersimpan di memori komputer.
    Vektor Image merupakan gambar digital yang berbasiskan persamaan matematis. Gambar Vektor terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek, sehingga gambar tidak menjadi pecah walaupun diperbesar atau diperkecil.
    Contoh gambarnya lihat disini
  4. Monochrome Image merupakan sebuah citra yang hanya terdiri dari warna hitam dan putih yang diwakili oleh bit 0 dan 1.
    Gray-scale Image merupakan sebuah citra yang hanya terdiri dari warna abu-abu yang memiliki tingkatkeabuan (gray scale) yang berbeda-beda.
    Color-depthadalah jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah warna dalam  sebuah pixel.
    Resolution adalah jumlah pixel yang terdapat pada sebuah Image.
  5. Image resolution adalah jumlah pixel per inci semakin tinggi resolusi semakin baik kualitasnya. Color-depth adalah jumlah maksimum warna pda citra bedasarkan bit depth dari citra.
  6. Image dengan color depth 24 bit dan resolusi 800×600. Maka ukuran file yang akan dihasilkan kurang lebih :Ukuran File = 800 x 600 x (24/8) = 1.440.000 Byte 1,44 MB
  7. Anti-aliasing adalah teknik memperhalus garis-garis lengkung & miring di monitor. Garis lengkung &miring jika diperbesar terdiri dari kotak-kotak. Dengan anti-aliasing jadi lebih halus. Tapi perlu VRAM dan kemampuan proses GPU yang hebat.
  8. Model warna yang digunakan pada peralatan printer adalah CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, and Key). CMYK ini juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna. Warna CMYK ini umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna.
  9. RGB menggunakan kedua sistem warna koordinat silinder (HSL dan HSV). Perbedaan antara HSL dan HSV terletak di Lightness dan Value, dimana Lightness akan semakin memperterang tiap hue (warna) hingga ke tingkat warna paling terang (putih), sedangkan Value hanya sampai mempercerah tiap hue (warna) saja dari posisi awal paling bawah berwarna gelap (hitam).
  10. Fitur pada software yang biasanya menggunakan model warna HSV dan HSL adalah Colors Selection.
Print Friendly